Kembali ke Beranda
Berita & Informasi
Kelola berita dan informasi terkini Dinas Perikanan
Program
Dinas Perikanan Kota Baubau Galakkan Program Bantuan Langsung untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan dan Pembudidaya
BAUBAU – Guna mendukung peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat, Dinas Perikanan Kota Baubau secara konsisten melanjutkan program bantuan langsung kepada para pelaku utama sektor perikanan, yakni nelayan tradisional, pembudidaya ikan (pembenih dan pembesaran), serta pengolah hasil perikanan.
Bantuan yang disalurkan bersifat produktif dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Beberapa bentuk bantuan yang telah dan akan terus digulirkan meliputi: bantuan alat tangkap ramah lingkungan (seperti jaring insang, bubu), bantuan bibit ikan unggul (seperti nila, lele, bandeng) untuk budidaya, bantuan pakan ikan bersubsidi, serta bantuan peralatan pengolahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, S.T., M.Si., menekankan bahwa program bantuan ini bukan sekadar penyerahan barang, tetapi bagian dari pendampingan berkelanjutan.
“Program bantuan dari Dinas Perikanan kami desain untuk menjadi stimulus yang tepat sasaran. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendampingi penerima dalam pemanfaatannya. Tujuannya agar bantuan ini benar-benar dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan pada akhirnya kesejahteraan keluarga,” ujar Yulia Widiarti di ruang kerjanya, Rabu ([Tanggal]).
Lebih lanjut, Yulia menjelaskan bahwa prioritas bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat yang tergabung dalam koperasi atau kelompok usaha perikanan (KUP), serta masyarakat pesisir yang ekonominya masih rentan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan sebagai penopang ekonomi daerah.
“Dengan bergabung dalam kelompok, mereka tidak hanya mendapat bantuan, tetapi juga bisa saling belajar, mengakses permodalan, dan memasarkan hasil secara kolektif. Sinergi seperti inilah yang kita bangun,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan bibit ikan nila, Abdul Rahman (45), pembudidaya dari Kelurahan [Nama Kelurahan], menyambut positif program ini. “Bantuan bibit dan pakan ini sangat membantu kami mengurangi modal awal. Dengan teknik yang diajarkan penyuluh, kami berharap panen bisa lebih baik,” ujarnya.
Ke depan, Dinas Perikanan Kota Baubau di bawah kepemimpinan Yulia Widiarti berencana memperluas cakupan bantuan dan inovasi program, termasuk pengenalan teknologi budidaya yang lebih efisien dan pelatihan diversifikasi produk olahan berbahan baku ikan lokal.
Program bantuan produktif ini diharapkan dapat menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Kota Baubau, mendorong kemandirian, dan mengoptimalkan potensi perikanan yang melimpah di wilayah ini.(Adm)
Bantuan yang disalurkan bersifat produktif dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Beberapa bentuk bantuan yang telah dan akan terus digulirkan meliputi: bantuan alat tangkap ramah lingkungan (seperti jaring insang, bubu), bantuan bibit ikan unggul (seperti nila, lele, bandeng) untuk budidaya, bantuan pakan ikan bersubsidi, serta bantuan peralatan pengolahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, S.T., M.Si., menekankan bahwa program bantuan ini bukan sekadar penyerahan barang, tetapi bagian dari pendampingan berkelanjutan.
“Program bantuan dari Dinas Perikanan kami desain untuk menjadi stimulus yang tepat sasaran. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendampingi penerima dalam pemanfaatannya. Tujuannya agar bantuan ini benar-benar dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan pada akhirnya kesejahteraan keluarga,” ujar Yulia Widiarti di ruang kerjanya, Rabu ([Tanggal]).
Lebih lanjut, Yulia menjelaskan bahwa prioritas bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat yang tergabung dalam koperasi atau kelompok usaha perikanan (KUP), serta masyarakat pesisir yang ekonominya masih rentan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan sebagai penopang ekonomi daerah.
“Dengan bergabung dalam kelompok, mereka tidak hanya mendapat bantuan, tetapi juga bisa saling belajar, mengakses permodalan, dan memasarkan hasil secara kolektif. Sinergi seperti inilah yang kita bangun,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan bibit ikan nila, Abdul Rahman (45), pembudidaya dari Kelurahan [Nama Kelurahan], menyambut positif program ini. “Bantuan bibit dan pakan ini sangat membantu kami mengurangi modal awal. Dengan teknik yang diajarkan penyuluh, kami berharap panen bisa lebih baik,” ujarnya.
Ke depan, Dinas Perikanan Kota Baubau di bawah kepemimpinan Yulia Widiarti berencana memperluas cakupan bantuan dan inovasi program, termasuk pengenalan teknologi budidaya yang lebih efisien dan pelatihan diversifikasi produk olahan berbahan baku ikan lokal.
Program bantuan produktif ini diharapkan dapat menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Kota Baubau, mendorong kemandirian, dan mengoptimalkan potensi perikanan yang melimpah di wilayah ini.(Adm)